23/10/2021
(022) 779-4444

Sudium General: Revolusi Sistem Ekonomi Indonesia

sudium-general-revolusi-sistem-ekonomi-indonesia

Situasi dan kondisi sistem ekonomi Indonesia mengalami volatile, uncernainty,ambiguity sebagai dampak dari multi disrupsi yang terjadi secara bersamaan dalam waktu yang relatif singkat. Dilain pihak kegiatan bisnis yang berorientasi pada spirit kapitalisme dan liberalisme menyeruak. Namun demikian, kebijakan negara terindikasi “remedial” dalam usaha mendudukan koperasi sebagai tulang punggung ekonomi. Sementara kedudukan koperasi didudukan bagi kemerataan ekonomi rakyat, sedangkan kebijakan ekonomi belum memberikan keberpihakan bagi penguatan dan pengembangannya.

Berdasarkan hal tersebut di atas maka pada hari Senin tanggal 11 Oktober 2021 pukul 09.00 – 11.15 WIB, Institut Manajemen Koperasi Indonesia (Ikopin) telah melangsungkan Studium General dengan mengusung tema “REVOLUSI SISTEM EKONOMI INDONESIA”, Sebuah Tinjauan Pemikiran dan Praksis Menuju Ekonomi Pancasila. Pelaksanaan kegiatan dilangsungkan secara langsung (offline) dengan penerapan protokol kesehatan, peserta yang hadir secara langsung merupakan dosen Ikopin, perwakilan mahasiswa dan tamu undangan. Pelaksanaan studium general juga dilaksanakan secara daring (online) melalui platform Zoom meeting dan Youtube dengan peserta yang hadir merupakan mahasiswa Ikopin, mitra Ikopin dan masyarakat umum. Studium General ini dihadiri lebih dari 1.000 orang peserta. Adapun lembaga yang hadir dalam kegiatan sebagai tamu undangan diantaranya Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, ISEI Indonesia dan ISEI Jawa Barat, KPPU, Dekopin Wilayah Jawa Barat, Dekopinda, Dinas-dinas Koperasi Jawa Barat dan daerah lainnya, IPMI, Pemda, dan lainnya.

Pelaksanaan studium general ini ini bertujuan untuk menggerakan ekonomi kerakyatan dengan strategi yang tepat untuk mewujudkan revolusi sistem ekonomi di Indonesia yaitu menuju Ekonomi Pancasila.

Studium general ini penyaji oleh Dr. Ferry Joko Juliantono, SE. Ak., M.Si dari Dekopin (Wakil Ketua Umum Dekopin). Sedangkan yang bertindak sebagai moderator adalah Deddy Supriyadi, SE., M.Sc (Direktur Humas juga Dosen Ikopin).

Acara di buka dengan Welcoming Speech dari Dr. H. Burhanudin Abdullah., MA (Rektor Ikopin). Dalam paparannya menyampaikan bahwa saat ini merupakan waktu yang tepat untuk melakukan perubahan sistem ekonomi. Oleh karena itu, Indonesia memerlukan perekonomian baru dimana perekonomian yang belum pernah kita lakukan. Maka ini saat inilah waktu yang tepat untuk melakukannya. Kegiatan ini berlangsung lancar dengan partisipan yang begitu antusias dan aktif dalam menanggapi setiap materi yang dipaparkan oleh narasumber. Begitu banyak pertanyaan yang diajukan oleh peserta, namun dikarenakan adanya keterbatasan waktu, maka hanya 3 pertanyaan saja yang dapat dijawab secara langsung oleh narasumber. Selanjutnya, sebagai penutup Moderator Deddy Supriyadi, SE., M.Sc memberikan kesimpulan sebagai berikut : Dasar politik “ Sistem Perekonomian Pancasila” diatur dalam UUD 1945 pasal 33 yang berbunyi :Ayat 1: Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan.Ayat 2: Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Ayat 3: Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Ayat 4: Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional. Dan yang diperlukan : Konsistensi dalam penerapan ekonomi Pancasila, Terobosan – terobosan yang sifatnya strategis dan politis, Konsolidasi dan mobilisasi gerakan koperasi agar koperasi diperhitungkan dalam keputusan politik, Menuntut kegiatan-kegiatan ekonomi yang seharusnya dilakukan oleh koperasi terutama yang menyangkut banyak orang dan komunitas yang terafiliasi dengan alam serta tidak membutuhkan kedalaman modal dan teknologi seperti : perkebunan, perikanan, kehutanan dan perkayuan, pertambangan pada kedalaman rendah, dll. Contoh terobosan strategis perlawanan yang sedang dilakukan oleh INKUD terhadap usaha waralaba besar dalam menyediakan kebutuhan sehari –hari ( +/- 4.000 Gudang KUD sedang diusahakan untuk menjadi Gudang dari pabrikan dengan menyediakan barang dg harga murah).

Dari kegiatan juga disimpulkan oleh Rektor IKOPIN bahwa dibutuhkannya UU Sistem Perekonomian di Indonesia untuk menjadi kebijakan dalam pelaksanaan perekonomian di Indonesia.

Mari kita mulai menggerakan ekonomi kerakyatan menuju Ekonomi Pancasila dengan perjuangan bersama dan strategi yang tepat dimulai dari kampus ini.

Ikopin The Right Business School for Indonesia