19/06/2021
(022) 779-4444

RANGKAIAN DIES NATALIS IKOPIN KE-39 SARASEHAN MEMBANGUN EKOSISTEM PERKOPERASIAN NASIONAL DALAM UPAYA PEMULIHAN EKONOMI BERSAMA MENTERI KOPERASI DAN UMKM

rangkaian-dies-natalis-ikopin-ke-39-sarasehan-membangun-ekosistem-perkoperasian-nasional-dalam-upaya-pemulihan-ekonomi-bersama-menteri-koperasi-dan-umkm

Jatinangor, Jumat 2 April 2021

Tempat : Ikopin, Graha Bustanul Arifin

Kegiatan : Seminar Nasional

Pelaksanaan : Offline terbatas dengan protokoler kesehatan. Peserta umum melalui zoom meeting dan Youtube. Dihadiri lebih 250 orang peserta.

Narasumber :

  1. Teten Masduki (Menteri Koperasi dan UMKM RI)
  2. Ir. Burhanuddin Abdullah, MA
  3. Ery Supriyadi, M.Si (Moderator)

MENTERI KOPERASI dan Usaha Kecil Menengah (UKM) RI, Teten Masduki menghadiri rangkaian Dies Natalis Institut Koperasi Indonesia (IKOPIN; Ke-39 dalam acara sarasehan di Kampus IKOPIN, Jatinagor, Kabupaten Sumedang. Jumat (2/4).

Tema yang diambil dalam Dies Natalies IKOPIN kali ini yakni Membangun Ekosistem Perkoperasian Nasional Dalam Upaya Pemulihan Ekonomi. Teten mengatakan, potensi IKOPIN untuk membangun koperasi dalam pembangunan ekonomi nasional sargat besar, apalagi rektor kampus ini seorang ekonom.

Menurut Teten. pembangunan koperasi yang digegas IKOPIN memang sangat penting karena struktur ekonomi di Indonesia mayoritas merupakan UMKM atau usaha perorangan dan kecil. UMKM tersebut tidak akan pernah produktif  dan tidak akan memiliki daya saing jika tidak dikonsolidasikan lewat koperasi.

“Karena itu, kami ingin kerja sama dengan IKOPIN, untuk melahirkan tenaga profesional mendukung pengaarusanutamaan koperasi dalam pembangunan ekonomi,” kata Teten.

Rektor IKOPIN, DR. Ir. Burhanuddin Abdullah MA, mengatakan, IKOPIN beruntung bisa kedatangan Menteri Koperasi can UMKM, Teten Masduki saat Dies Natalis ke-39 ini.

“Pak menteri telah membuka, mengawali acara Dies Natalis ini dengan sarahsehan yang saya kira sangat berarti bagi IKOPIN dan bagi masyarakat, koperasisecara keseluruhan.” ucapnya.

Dalam acara tersebut, kata Burhanuddin, IKOPIN tak hanya menjadi partner diskusi Menteri koperasi, tapi akan menjadi sebuah wadah pemikiran kebijakan Kementerian Koperasi dan UMKM.

“Jadi kami akan tetap diajak bicara , jangan sampai masyarakat akademis dibuat terkaget-kaget oleh kebijakan pemerintah. Saya kira, ini suatu Langkah yang bagus sekali dari pemerintah untuk akademisi agar upaya pemulihan ekonomi ini bisa sinkron dilakukan oleh berbagai elemen pelaku ekonomi,” kata Burhanuddin.

la mengatakan, Kementerian Koperasi dan UKM juga nantinya bakal menjalin kerja sama karena IKOPIN merupakan pusat pemikir bagi kementerian tersebut.

“Kebijakan-kebijakan akan didiskusikan dengan IKOPIN, bahkan tadi pak Menteri minta supaya dididik dan dilatih para penyuluh koperasi, penyuluh UMKM dan mungkin akan dididik pusat inkubasi bisnis, salah satunya inkubasi bisnis yang ada di IKOPIN,” ucapnya.

Menurutnya, pelaku UMKM perlu di berikan penyuluhan karena pemerintah melalui undang-undang cipta kerja sudah memberikan keleluasan bagi UMKM bahwa 40 persen dari UMKM boleh masuk ke dalam penyedian barang-barang APBN.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Ikopin Burhanuddin Abdullah mengapresiasi langkah dan upaya Menkop Teten dalam membangun ekosistem perkoperasian di Indonesia. “Saya melihat, MenkopUKM sedang membangun perekonomian dengan koperasi menjadi salah satu komponen utamanya,” ungkap Burhanuddin.

Hanya saja, Burhanuddin mengakui bahwa untuk mewujudkan ekosistem tersebut, tidak bisa dilakukan dalam waktu sekejap. “Ada tahapan-tahapan yang harus diikuti. Dan Ikopin siap menjadi teman diskusi bagi kementerian guna mewujudkan itu,” pungkas Burhanuddin.