17/09/2019
(022) 779-4444
rektor-ikopin-menjadi-narasumber-seminar-pembinaan-pelaku-ukm-dalam-rangka-penguatan-sdm-bagi-pelaku-usaha-kecil-menengah-se-kabupaten-bengkayang

Bertempat di Aula I lantai V Kantor Bupati Bengkayang, Selasa 23 April 2019, Rektor Ikopin Dr. (HC). Ir. Burhanuddin Abdullah, MA. bersama Wakil Rektor II Bidang Administrasi, Keuangan, dan Umum(Dr. H. Dandan Irawan, SE., M. Sc.) dan Wakil Rektor III Bidang Riset Dan Kerjasama (Dr. Ir. Hj. Yuanita Indriani, M. Si) menjadi narasumber Seminar Pembinaan Pelaku UKM dalam rangka Penguatan SDM bagi Pelaku Usaha Kecil Menengah se-Kabupaten Bengkayang, dalam rangka Gebyar Hari Ulang Tahun Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkayang yang ke-20. Acara tersebut difasilitasi dan dilaksanakan oleh Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat.

Berbagai hal penting yang disampaikan Rektor Ikopin pada peringatan hari jadi Kabupaten Bengkayang ke-20, sebagai berikut.

  • 20 tahun adalah waktu yang sangat singkat untuk sebuah Kabupaten untuk dapat membangun masyarakatnya, namun Kabupaten Bengkayang menerapkan strategi investasi SDM melalui pendidikan sangat tepat, karena waktu akan menunjukkan hasil investasi bidang pada bidang pendidikan tersebut
  • Tema kegiatan peringatan 20 tahun ini adalah peningkatan daya saing UMKM pada era revolusi industri 4.0. Yang sangat penting untuk dipahami adalah arti kata industri yaitu rajin, jadi masyarakat yang maju pada dasarnya adalah manusia yang rajin. Jika Kabupaten Bengkayang ingin maju maka masyarakat harus rajin dan harus mampu mentransfomasi sektor primer ke sektor sekunder yang pada akhirnya bertransformasi ke sektor primer moderen.
  • Saat ini perekonomian Indonesia sangat rentan pada perubahan makro global, karena berbagai sebab, diantaranya adalah negara kita sangat terbuka terhadap perdagangan internasional, yg disebabkan oleh kurang ‘rajin’ nya kita melakukan ekspor, karena ekspor akan mendatangkan dolar, yang dapat kita gunakan untuk melakukan impor dan kebutuhan lainnya. Kondisi saat ini neraca perdagangan menunjukan laju impor lebih tinggi daripada ekspor, sehingga kita mengalami keterbatasan, angka kemiskinan cenderung naik.
  • Koperasi diharapkan dapat menjalankan peran dalam mengantisipasi keadaan perekonomian tersebut, hanya sebagian kecil koperasi yang maju dan dapat mensejahterakan anggotanya. Di lain pihak banyak Negara maju dengan rata-rata jumlah anggota koperasi di atas 30%, Amerika 38%, Singapura lebih dari 50 %, sedangkan mansyarakat Indonesia yang menjadi anggota koperasi baru mencapai sekitar 12 persen. Selain itu di berbagai negara maju sebagian aktivitas perekonomian dilakukan oleh koperasi, berbeda dengan kondisi di Indonesia.
  • Thailand sebuah negara yang tidak pernah dijajah, memiliki raja yang sangat memperhatikan bidang pertanian yang dapat mensejahterakan masyarakatnya, karena sebagian besar mata pencaharian penduduknya adalah petani, dan lembaga koperasi memegang peran penting dalam tataniaga berbagai hasil pertanian. 
  • Berbagai bukti dan pengalaman berkoperasi di negara lain semakin memperkuat kita untuk membangun masyarakat dan negeri ini melalui koperasi, oleh karenanya terbersit harapan bahwa Kabupaten Bengkayang dapat mengembangkan berbagai aktivitas perekonomiannya melalui koperasi terlebih Kabupaten Bengkayang meurpakan daerah perbatasan.